SELAMAT DATANG DI WEB LOG ADEM ATI CENTER. HP. 082301433410 # IKUTI TERUS UP DATE ADEM ATI NEWS: Majalah Online Meditation Indonesia.

Jumat, 08 April 2016

Kuliah Mental Health

Sosialisasi Treatment Of Anaerobic dilingkungan pendidikan terus diselenggarakan oleh Bapak Rizki Joko Sukmono selaku Guru Besar TOA. Ini bertujuan mengenalkan sebuah Intuition Learn yang selama ini diabaikan oleh sistem pendidikan kita yang melulu hanya mengandalkan bentuk hafalan saja.

Potensi Pembelajaran Meditasi dan TOA sangat diperukan pada mereka dari segala lini guna menunjang pemahaman adanya sebuah potensi yang selama ini terabaikan.

Selasa, 01 Maret 2016

TOA di SMPN 3 JEMBER

Usaha ikut mencerdaskan bangsa dilakukan oleh Adem Ati Center dengan terus mensosialisasikan Program Kesehatan Kerja terutama untuk para guru. Salah sataunya juga dikenalkan di Sekolah Unggulan Nasional SMPN 3 Jember.



SMPN 3 Jember menyambut TOA

Guru efektif adalah guru yang bisa memotivasi peserta didik untuk belajar dan meningkatkan semangat belajar yang tumbuh dari kesadaran diri peserta didik, bukan karena takut pada gurunya. Istilah guru yang baik dulu lebih banyak digunakan. Tetapi kini istilah guru efektif yang sering kali digunakan karena sifatnya lebih terukur. 

Kamis, 25 Februari 2016

3 Pelajaran penting pada Meditasi di QSP Training | Adem Ati News

Tahukah anda meditasi yang diajarkan di Adem Ati Center tidak hanya mempunyai khasiat dalam kesehatan? Tapi juga bisa memberi kita pelajaran hidup yang sangat berharga. Terutama bagi yang sedang memulai usaha. Berikut beberapa pelajaran yang bisa di ambil dari meditasi adem ati:

Tanaman Obat Bagi Kesehatan

Pemakaian bahan alam terutama yang berasal dari bahan tanaman untuk tujuan pencegahan dan pengobatan penyakit telah lama dikenal. Bahan alam ini dikenal dengan obat tradisional karena prinsip pemakaiannya masih secara tradisional. Pemakaiannya lebih berdasarkan pengalaman, baik pengalaman sendiri, pengalaman orang lain maupun pengalaman pemakai Tanaman Obat Indonesia sebelumnya.

Kebijakan Pemerintah tentang Jamu

PERAN KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA
TENTANG
PENGOBATAN TRADISIONAL
SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN

Pengobatan Tradisional merupakan salah satu upaya pengobatan atau perawatan cara lain diluar ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan.

Komposisi Rasional Tanaman Obat

Dalam upaya pembinaan industri obat tradisional, pemerintah melalui Depkes telah memberikan petunjuk pembuatan obat tradisional dengna komposisi rasional melalui pedoman rasional komposisi obat tradisional dan petunjuk formularium obat tradisional. Hal ini terkait dengan masih banyaknya ditemui penyusunan obat tradisional yang tidak rasional (irasional) ditinjau dari jumlah bahan penyusunnya. Sejumlas simplisia penyusun obat tradisional tersebut seringkali merupakan beberapa simplisia yang mempunyai khasiat yang sama oleh karena itu, perlu diketahui racikan simplisia yang rasional agar ramuan obat yang diperoleh mempunyai khasiat sesuai maksud pembuatan jamu tersebut.

Jenis Obat Tradisional

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan (Dirjen POM) yang kemudian beralih menjadi Badan POM mempunyai tanggung jawab dalam peredaran obat tradisional di masyarakat. Obat tradisional Indonesia semula hanya dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu obat tradisional atau jamu dan fitofarmaka. Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, telah diciptakan peralatan berteknologi tinggi yang membantu proses produksi sehingga industri jamu maupun industri farmasi mampu membuat jamu dalam bentuk ekstrak, namun sayang pembuatan sediaan yang lebih praktis ini belum diiringi dengan penelitian sampai dengan uji klinik. Dengan keadaan tersebut maka obat tradisional sebenarnya dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu jamu, obat ekstrak (Herbal), dan fitofarmaka. 

Konsep Dasar Formulasi Tanaman Obat

Dilakukan dengan Pendekatan Formal dan Nonformal. Bertujuan agar obat tradisional yang belum bisa di fitofarmakan bisa digunakan oleh masyarakat dan tidak membahayakan, maka dalam pembuatannya harus mengikuti “Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik” (CPOTB) dengan penyusunan formulanya menggunakan konsep yang lebih “logis dan tradisional”. Untuk itu dalam pembuatan formula obat tradisional bisa dilakukan melalui 2 cara pendekatan yaitu: Pendekatan formal lewat faham kedokteran dan pendekatan secara nonformal lewat faham pengobatan timur (Tradisional).

Peran Tumbuhan bagi manusia

Mengapa tumbuhan lebih banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya dibandingkan dengan bahan alam yang lain ? Yang jelas Tumbuhan banyak memiliki beberapa kelebihan, antara lain :

Alternatif logis dengan Tanaman Obat

Kesadaran akan kenyataan diatas maka penggunaan Tanaman Obat mulai diterima kembali oleh masyarakat sebagai pengobatan alternatif. Arti pengobatan alternatif ini adalah:
• Tanaman Obat sebagai pilihan untuk digunakan sebagai pencegahan berkembangnya suatu penyakit dan menghilangkan gejalanya.
• Tanaman Obat sebagai pilihan untuk mengobati dan menghindari efek samping obat kimia dengan harga murah.
• Tanaman Obat sebagai pilihan untuk menghindari tindakan medis drastis seperti: Amputasi, Pembedahan, atau Penyinaran radio aktif.
• Tanaman Obat sebagai pilihan, jika dokter telah menyatakan penderita sudah tidak dapat ditolong (Dokter sudah angkat tangan) penderita masih dapat terus berusaha menyembuhkan dengan jalan alternatif dengan tanaman obat.

Kimia Vs Herbal

KELEMAHAN OBAT MODERN / OBAT KIMIA
• Efek samping secara langsung atau terakumulasi ini karena obat kimia sendiri terdiri dari bahan kimia yang murni, baik tunggal atau campuran. Bahan kimia tidak bersifat organis (alami) dan murni bersifat tajam dan reaktif (mudah bereaksi) sedangkan tubuh bersifat organis dan kompleks. Dengan demikian bahan kimia bukan nerupakan bahan yang benar-benar cocok untuk tubuh, bahan kimia bukan makanan dan bukan minuman. Konsumsi bahan kimia untuk tubuh “Terpaksa” dilakukan dengan berbagai batasan artinya: selama dapat diterima atau ditoleransi oleh tubuh. Penggunaan bahan kimia sebagai obat sekarang secara global dirasakan dan diakui kelemahannya yaitu menciptakan efek samping langsung atau terakumulasi.

Sejarah Tanaman Obat Indonesia

Hidup sehat merupakan anugerah Allah, serta merupakan Hak Azasi Manusia. Mempertahankan kesehatan merupakan sifat hakiki setiap manusia. Oleh karena itu apabila manusia sakit maka ia berusaha melakukan berbagai upaya untuk mengobati penyakitnya. 

MSB Methode di QSP Training





Penyembuhan TOA di Adem Ati Center





Kesaksian Peserta TOA Adem ati




Radar Hati Tertutup Ego

Welch dinobatkan majalah Fortune (1999) sebagai manajer Abad ini. Ia menekankan pentingnya belajar dari kesalahan. Artinya sehebat apapun seorang Leader ia tidak lepas dari kesalahan, itu sebabnya ia mengatakan "saya telah belajar bahwa kesalahan sering bisa menjadi guru yang sama bagusnya dengan kesuksesan". Dari kesalahan maka kita sesungguhnya tengah melakukan komunikasi spiritual yang jauh, hal itu bukan saja menjernihkan kesalahan dan pembelaan diri tapi sering juga membantu mengatasi problem yang ditimbulkan dari kesalahan tersebut. 

Meditasi di Training QSP

Salah satu lahirnya Teknologi adalah hasrat manusia untuk mendapatkan kemudahan. Namun produk-produk hasil kemajuan teknologi terkadang justru menjadi beban bagi manusia yang memakainya. Situasi berikut ini sebagian conto kehidupan teknologi yang menjadi problematika manusia menjadi tampak kehilangan kendali dirinya. Seorang eksekutif sedang terburu-buru menyelesaikan pekerjaanya. Tiba-tiba Telepon selularnya berdering yang bersamaan surat Urgent masuk pada email atau mesin faksnya. Konsentrasipun terpecah. Situasi tersebut terus berulang, bak ombak lautan yang tiada henti. 

Bisnis Berbasis Spiritual

Bottom Line adalah istilah bisnis yang menjadi trend yang bisa diartikan hasil inti dari sebuah bisnis. Ukuran Evolusi seiring dengan berkembangnya perumusan tujuan bisnis yang dipengaruhi oleh konteks tiap periode. Pakar Leadership Bisnis William dan Debra Willer membagi evolusi itu menjadi empat periode: